Selasa, 16 Juni 2009

Pahit dan Getir Hingga Manis Pendiri HONDA

Namanya adalah Soichiro Honda lahir 17-nov-1906. Orang tuanya hanyalah seorang bengkel reparasi alat pertanian di desa Kamyo, distrik shizuko Jepang. Waktu kecil Soichiro sering bermain di bengkel orang tuanya, dan juga bermain di tempat penggilingan padi melihat dari dekat mesin diesel yg mjd motor penggeraknya.

Ditempat penggilingan padi ini Soichiro sangat asyik berlama2 melihat dan memperhatikan mesin di hadapnya. Diusia 8 th Soichiro biasa mengayuh sepeda sejauh 10 mil hanya untuk melihat pesawat terbang. Mungkin krn hobi dg yg namanya utak-atik, ketika diusia 12 th ia berhasil membuat sepeda pancal dg model rem kaki. Diusia 15 th, Soichiro bekerja di Hart Shokai Company. Bosnya sangat senang melihat Soichiro bekerja, teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yg mencurigakan atau ada oli yg bocor tdk luput dari perhatiannya, sehingga 6 th kemudian ia di tugaskan untuk membuka cabang di Hamamatsu. Ditempat kerjanya yg baru ia selalu cepat dalam menangani keluhan pelanggan, bahkan ia menerima reparasi yg di tolak oleh bengkel lain hingga kadang kerja sampai larut malam bahkan sampai pagi.

Pada waktu itu jari2 roda mobil terbuat dari kayu, Soichiro mempunyai gagasan untuk menggantikan jari2 itu dengan logam. Dan ternyata hasilnya luar biasa, ruji2 logam itu laku keras dan diekspor ke seluruh dunia.

Setelah menciptakan ruji, Soichiro keluar dari bosnya dan membuat bengkel sendiri. Ia membuat ring piston dan idenya ini ia jual ke toyota, oleh krn dianggap tdk memenuhi standart karyanya ditolak. Karena inilah akhirnya Soichiro kuliah, menambah pengetahuan tentang mesin. Setelah pulang kuliah langsung kebengkel mempraktekkan ilmu yg baru ia peroleh dari kuliah, tapi setelah 2 th berjalan ia suka mbolos kuliah dan akhirnya ia dikeluarkan. Berkat kerja keras, ring piston buatannya diterima oleh toyota dan pihak toyota memberikan kontrak. Berita gembira baru saja ia terima, eh niat intuk mendirikan pabrik kandas, jepang dalam persiapan perang, jadi ndak ada bank yang memberikan pinjaman. Iapun tak kehabisan akal, dalam waktu yg tdk lama mampu mengumpulkan modal dari sekelompok orang utk mendirikan pabrik. Rejeki tak dapat ditolak, musibah tak dapat mengelak, pabrik yg dibangun dg susah payah dan patungan terbakar dua kali pada saat perang meletus, namun Soichiro belum menyerah.

Ia bergegas mengumpulkan karyawan dan memerintahkan utk mengambil sisa kaleng bensol yg dibuang oleh tentara Amerika Serikat utk mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi menghancurkan pabriknya, sehingga ia putuskan utk menjual pabriknya ke Toyota. Setelah itu Soichiro mencoba beberapa usaha yang lain tapi sayang semuanya gagal.

Tahun 1947 perang telah usai, kondisi ekonomi jepang porak poranda, tdk luput pula Soichiro sampai2 menjual mobilnya utk membeli makan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Eh ternyata sepeda yg dipasangi motor ini diminati oleh tetangga. Word of mouth semakin santer, hingga Soichiro kehabisan stok. Seiring berjalannya waktu, sepeda ontel+ motor kecil itu kini telah menyebar di seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Wah............Soichiro Honda.........

(Sumber: Majalah Sukses, Vol V, 20 Juli-20 Agustus 2002, hal 24-25 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar