Kamis, 11 Juni 2009

Gitar Keren produk Dalam Negeri Eksis hingga Luar Negeri

Satria Nugraha atau biasa disapa Hanung Squad lahir pd tgl 29 Des '81.
Sejak di bangku kelas 2 smp, Hanung mulai belajar gitar milik kakaknya, hingga sma, dan telah memiliki group band yang diberi nama Blok C Band. Setelah memiliki group band dg teman2nya mereka aktif mengikuti parade band dan pentas sekolah dan pernah juga diminta pentas disejumlah cafe di semarang.
Lulus sma, hanung melanjutkan kuliah di Bandung, oleh krn tdk ad teman yang mau diajak membentuk group band akhirnya Hanung hanya menjadi gitaris untuk dirinya sendiri.
Suatu ketika, Hanung kepincut gitar bermerk Ibanez produksi Jepang seharga Rp 19 jt, tp krn tdk punya uang sebanyak itu akhirnya Hanung pergi ke perajin gitar di jln sarijadi bandung, untuk dibuatkan sebuah gitar yang speknya sesuai dg keinginan hanung. Melihat kinerja pembuat gitar dg keahlian yg dimiliki, hanung mengajak kang Wawan (pemilik workshop) untuk bikin usaha bersama.
Gayung bersambut, kang Wawan setuju. Dg modal sekitar Rp 10 jt usaha bersama workshop gitar dimulai. Awal membuka workshop, pelanggan terbatas hanya teman2nya saja, itupun hanya menservis gitar dan hanya satu-dua org yg memesan gitar dgn bayaran yg blm menguntungkan. Untuk menjangkau pasar yg lebih luas, hanung membuat website, dan ternyata benar, dari website ini hanung menjaring banyak gitaris lokal hingga mancanegara.
Salah satunya seorang pria dari belanda meminta untuk dibuatkan gitar jenis traveling, dalam tempo 3 minggu gitar pesanan siap dikirim, tp hanung tdk mengerti bgmn cara mengirim barang keluar negeri, atas peertolongan teman akhirnya beres sudah kendala pengiriman. Pesanan pertama sukses (satu gitar)
Masih dari org belanda, pesanan yg kedua meningkat menjadi 250 buah gitar. Pengusaha pemula ini kelimpungan, sampai2 meminta pemesan untuk datang ke indonesia. Akhirnya tamu dari belanda itu datang juga ke bengkel Hanung. Setelah ngobrol panjag lebar megenai pesanan yang kedua akhirnya deal juga, lancar..........sepakat.......beres.
Keuntungan ia belikan alat2 pemotong otomatis dan membuka workshop yg lebih luas.
Usaha bersama kini makin maju, tidak hanya eksis di tanah air tapi gitar dg merk Stranough mampu menembus pasar luar negeri: singapura, malaisia, jepang, australia hingga belanda.
Sejumlah gitaris band kelas dunia mempercayakan gitarnya kpd hanung, namun oleh krn terikat kontrak dg buyers hanung tidak mau menyebut siapa saja mereka.
Hanung telah memiliki omset sekitar Rp3 m pertahunnya. Berkat hobi dan kerja kerasnya Hanung masuk tiga besar Djie Sam Soe Award 2009.
( sumber : tabloid Nyata edisi 1978, 1 juni '09, hal 48-49 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar