Minggu, 05 Juli 2009

Nama : Mistar
Lahir : Langkat, Sumatra Utara, 25 Agustus 1977
Pendidikan : D3 Akademi Maritim Belawan lulus Th 1998
Istri : Sri Ekaningsih (32)
Anak :Afifah Shabrina (5), Ahmad Naufal Hafidz (2)

Selepas lulus kuliah, berencana bekerja di pabrik elektronik di Tanjung Morawa, Sumut namun ia gagal sewaktu menjalani tes kesehatan. Pada th 1999mendaftarkan diri menjadi TKI di malaysia dan diterima bekerja di pabrik tekstil, dg gaji pokok sebesar Rp. 430 ringgit.
Mistar mengenang, sekitar 8 bulan sebelum pulang kekampung halaman, dia mengirimkan uang sebesar Rp. 20 juta kepada ayahnya. Uang itu digunakan oleh ayah dan pakciknya untuk modal usaha roti yg kemudian diberi merk Family.
Pilihan usaha roti diputuskan karena pakciknya memang ahli dan berpengalaman dalam pembuatan roti. Sejak th 1970-an pakcik Suryadi bekerja pada seorang pengusaha roti keturunan tionghoa namun tutup dan kena PHK pd th 1998.
Uang hasil kerja sebagai TKI relatif habis digunakan untuk membeli peralatan pembuatan roti dan membuat bangunan berdinding anyaman bambu berlantai semen dibelakang rumah milik orangtuanya. Disini ada tungku besar dari batu bata dg bahan bakar kayu, ada pula mesin penggilas adonan sederhana.
Pelan-pelan usaha roti Family terus berkembang, Mistar berani menambah modal dg meminjam ke bank Sumut Syariah sebesar Rp. 50 juta dan satu pinjaman lagi ke LP2KM sebesar Rp. 10 juta.
Karyawan Bertambah
Pada awal membuka usaha, roti Family membutuhkan 5-6 karung terigu setiap hari dg jumlah karyawan 10 orang, tapi sekarang sedikitnya membutuhkan 15 karung terigu per hari dg jumlah karyawan 70 orang, 25 orang dibagian produksi, 25 orang dibagian pemasaran dan 20 orang tenaga lepas utk membungkus roti.
Untuk menjaga kualitas produk, setiap tiga bulan sekali petugas dari dinas kesehatan datang untuk mengecek kualitas pangan produksinya.( sumber : Kompas, Kamis, 25 Juni 2009 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar